Lewati ke konten utama
Radar Türkiye
Temukan acara di aplikasi
Buka
Radar Türkiye
Menelusuri Jejak Karavan Sutra: Penginapan dan Pasar Bursa.
Kultural5 Pemberhentian

Menelusuri Jejak Karavan Sutra: Penginapan dan Pasar Bursa.

Belum ada penilaian

Masuk untuk menyukai dan memberi nilai

Kekayaan Bursa sebagian besar berasal dari perdagangan. Menurut Ensiklopedia Islam TDV, karavan dari Tabriz membawa sutra berharga dari Gilan, Esterabad, dan Sari ke kota ini, dan pedagang dari Genoa, Venesia, dan Florence berlomba-lomba untuk mendapatkan sutra yang sama. Sumber yang sama menyebutkan bahwa Maringhi, perwakilan keluarga Medici di Bursa, mencatat bahwa pada tahun 1501, satu pengiriman sutra menghasilkan keuntungan 70-80 dukat. Rute ini menelusuri bangunan-bangunan yang menjadi saksi bisu perdagangan yang pernah berlangsung di kota ini, mulai dari jembatan tempat pedagang yang sukses menyeberang, hingga bedesten, tempat barang-barang berharga disimpan. Bangunan-bangunan ini bukan hanya toko, tetapi juga merupakan lembaga-lembaga yang mengatur sistem perdagangan: han, tempat pedagang menginap dan menyimpan barang; bedesten, tempat barang berharga disimpan dengan aman; dan toko-toko yang menyalurkan sebagian keuntungannya ke yayasan. Bahkan, menurut Ensiklopedia Islam TDV, kantor "ipek emin," yang memungut bea cukai dari pedagang sutra, juga berada di dalam Koza Han. Rute ini dimulai dari timur ke barat; setiap kali Anda tiba di sebuah han, Anda seolah-olah kembali sedikit ke masa lalu. Rute ini dimulai dengan Jembatan Irgandı yang melintasi Lembah Gökdere; jembatan ini dibangun pada tahun 1442 oleh Hoca Muslihiddin, yang menjadi kaya raya dengan menjual sutra yang dibelinya dari Azerbaijan kepada pedagang Italia. Dari sana, Anda berjalan ke Heykel dan mengunjungi Museum Kota Bursa, tempat Anda dapat melihat sejarah perdagangan dan kerajinan kota ini; di lantai bawah tanah, terdapat bagian khusus yang didedikasikan untuk sutra. Kemudian, Anda memasuki han-han: Koza Han, yang dibuka pada tahun 1491; Bedesten, yang dibangun oleh Yıldırım Bayezid pada akhir abad ke-14; dan Emir Han, han Ottoman pertama yang dibangun di Bursa oleh Orhan Bey. Mengakhiri hari Anda di bangunan perdagangan tertua di wilayah tersebut adalah pilihan yang bijaksana; saat Anda duduk di halaman terakhir, Anda akan memahami dari mana semua yang Anda lihat berasal. Wilayah Han merupakan bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO yang dinamakan "Bursa dan Cumalıkızık, Kelahiran Kekaisaran Ottoman," yang terdaftar pada tahun 2014. Namun, tempat ini bukan hanya museum terbuka, tetapi juga pasar yang masih berfungsi hingga saat ini. Di dalam han, Anda akan menemukan toko-toko yang menjual sutra, kain, dan oleh-oleh; di bedesten, terdapat toko-toko perhiasan; dan di halaman, terdapat tempat duduk. Anda dapat masuk dan berkeliling di halaman dan beranda, tetapi mintalah izin sebelum memotret pedagang dan bengkel, dan berikan jalan bagi mereka yang membawa barang. Di bedesten, lebih baik melihat kubah dan pilar daripada etalase. Tempat-tempat pemberhentian berada dalam jarak berjalan kaki yang singkat, dan seluruh rute berada di pusat kota. Sisihkan sedikit lebih dari satu jam untuk museum, dan antara setengah jam hingga empat puluh lima menit untuk setiap han; totalnya, setengah hari sudah cukup. Pada akhir pekan, terutama pada hari Minggu, beberapa toko mungkin tutup. Periksa situs web resmi untuk informasi terbaru tentang hari dan jam buka museum. Rute ini berakhir tepat di sebelah Masjid Ulu Cami, dan dekat dengan halte trem T1 Ulu Cami. Fakta bahwa trem di kota ini dinamai "Silk," juga merupakan catatan kecil yang relev Transportasi: Stasiun trem T1 "Heykel" berada di awal rute, sedangkan stasiun "Ulu Camii" berada di dekat akhir rute. Bagi yang menggunakan BursaRay, dapat berpindah ke jalur T1 di stasiun Demirtaşpaşa atau Osmangazi. Jarak antar stasiun dapat ditempuh dengan berjalan kaki, sehingga tidak memerlukan kendaraan. Sumber

Osmangazi, Bursa
Kultural
5 Pemberhentian
~3 jam 45 mnt di lokasi
Jalan kaki ~0,9 km · 16 mnt
Total ~4 jam 1 mnt
30 September 2026

Pemberhentian Rute

1
Irgandı Köprüsü

Jembatan Irgandı.

~30 mnt di sini
Gökdere üzeri, Kayıhan Mah., Osmangazi / Bursa

Mulailah perjalanan Anda dari Jembatan Irgandı, yang terletak di atas Lembah Gökdere, karena struktur ini merupakan salah satu jejak paling berkesan dari perdagangan sutra yang berdampak pada kota ini. Jembatan ini dibangun pada tahun 1442 oleh seorang pedagang bernama Hoca Muslihiddin. Menurut catatan Bursa, kekayaannya diperoleh dari penjualan sutra yang dibeli dari Azerbaijan kepada pedagang Italia. Sumber-sumber menyebutkan bahwa Abdullah oğlu Timurtaş adalah pengrajin yang membangun jembatan ini. Dengan demikian, di awal perjalanan Anda, Anda berada di atas investasi yang ditinggalkan oleh seorang pedagang yang menjadi perantara antara sutra yang datang dari jalur Tabriz dan pelabuhan-pelabuhan di Laut Mediterania. Yang membedakan Jembatan Irgandı dari jembatan batu biasa adalah keberadaan deretan toko di atasnya, yang disebut "arasta." Sumber-sumber menyebutnya sebagai satu-satunya jembatan arasta yang dibangun oleh Kesultanan Ottoman. Pemerintah Kota Osmangazi juga memperkenalkan jembatan ini sebagai salah satu contoh langka di dunia. Menurut catatan, jembatan ini memiliki total tiga puluh dua toko, dan pendapatan dari lima toko di ujung timur laut dialokasikan untuk petugas yayasan. Ensiklopedia Islam TDV mencatat bahwa dalam wasiat yang dibuat pada tahun 1559 oleh Ahmed Çelebi, cucu Muslihiddin, salah satu dari lima toko tersebut diubah menjadi masjid. Evliya Çelebi menulis bahwa pada abad ke-17, terdapat sekitar dua ratus toko penenun di jembatan tersebut, tetapi sebuah rencana kota yang dibuat pada tahun 1861-62 menunjukkan antara tiga puluh dua dan tiga puluh lima toko. Wikipedia bahasa Inggris mencatat bahwa selama masa Ottoman, jembatan ini ditutup pada malam hari untuk mengendalikan pergerakan antara dua lingkungan. Penting untuk diketahui bahwa deretan toko yang Anda lihat saat ini tidak semuanya asli. Gempa bumi tahun 1855 menyebabkan kerusakan parah pada jembatan. Tentara Yunani yang menduduki Bursa selama Perang Kemerdekaan Turki menghancurkan jembatan ini ketika mereka menarik diri dari kota pada tahun 1922. Pemerintah kota memperbaiki jembatan ini pada tahun 1949, tetapi perbaikan tersebut tidak memulihkan deretan toko, dan struktur tersebut kehilangan fungsi arastanya. Deretan toko yang ada saat ini dipulihkan melalui proyek renovasi yang diselesaikan oleh Pemerintah Kota Osmangazi pada tahun 2004. Setelah renovasi, jembatan ini diubah menjadi "Jembatan Seni," dan toko-toko tersebut diubah menjadi bengkel. Pertama, berdirilah di salah satu ujung jembatan dan lihat ke seberang melalui deretan toko; pemandangan jalanan ini, yang membuat Anda melupakan bahwa Anda berada di atas jembatan, adalah inti dari konsep struktur ini. Kemudian, berjalanlah perlahan melewati deretan toko dan lihat kerajinan tangan yang dibuat di bengkel-bengkel yang buka. Meminta izin sebelum memotret para pengrajin saat mereka bekerja sangat penting, terutama di bengkel-bengkel kecil ini. Struktur penyangga jembatan adalah lengkungan batu yang runcing, dan menurut sumber, bentang lengkungan tersebut berkisar antara lima belas hingga enam belas meter. Karena adanya deretan toko di atasnya, lengkungan ini tidak terlihat dari atas jembatan. TDV menyatakan bahwa jembatan ini dibangun dengan batu yang dipotong dengan rapi, dan ketinggian lengkungan hampir sama dengan bentangannya. Saat ini, jembatan ini Dari sini, berjalanlah ke arah barat menuju Heykel; halte kedua adalah Museum Kota Bursa, yang terletak di selatan Monumen Atatürk, di sebelah gedung Kantor Gubernur. Sumber: Kantor Wilayah Bursa; Ensiklopedia Islam TDV, Jembatan Irgandı; Portal Kebudayaan.

Jembatan Irgandı adalah jembatan batu yang terletak di atas Sungai Gökdere yang mengalir di tengah kota Bursa. Jembatan ini memiliki satu lengkungan utama dan dua baris toko di atasnya, membentuk sebuah pasar. Menurut Bursa Area Presidency dan Culture Portal, jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan dengan pasar di era Ottoman. Sungai Gökdere memisahkan distrik Osmangazi dan Yıldırım, dan jembatan ini menghubungkan kedua sisi tersebut. Menurut Culture Portal, jembatan ini terletak di antara Jembatan Boyacı Kulluğu di utara dan Jembatan Setbaşı di selatan. Sumber-sumber sejarah tidak sepenuhnya sepakat mengenai tanggal pembangunan dan pendirinya. Bursa Area Presidency dan Culture Portal menyatakan bahwa jembatan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Murad II, pada tahun 1442, oleh seorang pedagang bernama Hoca Muslihiddin, putra Irgandılı Ali. Menurut Bursa Area Presidency, Muslihiddin menjadi kaya dengan menjual sutra yang ia peroleh dari Azerbaijan kepada pedagang Italia, dan ia adalah salah satu pedagang penting di Bursa pada pertengahan abad ke-15. Culture Portal menyebutkan bahwa ada pendapat yang menyatakan bahwa jembatan ini dibangun oleh Timurtaş, putra Abdullah. TDV Islamic Encyclopedia mengingatkan bahwa tidak ada prasasti di jembatan tersebut; tanggal 1442 berasal dari catatan di arsip hakim, sementara sebuah puisi memberikan tanggal 1492. Asal usul nama jembatan tersebut juga masih diperdebatkan. Menurut TDV, salah satu pendapat menyatakan bahwa nama tersebut berasal dari ayahnya, Ali el-Irgandi, yang berasal dari tempat bernama Irgand. Evliya Çelebi, pada abad ke-17, menceritakan kisah-kisah yang sulit dipercaya yang menghubungkan namanya dengan kata "ırgalandı." Para peneliti juga berbeda pendapat mengenai apakah toko-toko tersebut dibangun bersamaan dengan jembatan atau kemudian. Menurut TDV, Ekrem Hakkı Ayverdi berpendapat bahwa toko-toko tersebut ditambahkan sekitar satu abad kemudian, sementara Yılmaz Önge, yang menulis monografi tentang jembatan tersebut, berpendapat bahwa keduanya dibangun secara bersamaan. Jembatan ini terdiri dari satu lengkungan melengkung yang terletak di antara tebing-tebing di kedua sisi lembah Sungai Gökdere. TDV menyebutkan bahwa lebar bentangannya sekitar 15 meter dan tingginya kurang lebih sama; sementara Wikipedia bahasa Inggris menyebutkan lebar bentangannya 16 meter dan lebarnya 11 meter. Batu-batu yang dipotong rapi digunakan pada lengkungan tersebut. Bursa Area Presidency dan Culture Portal menyatakan bahwa terdapat 32 toko yang dibangun di jembatan tersebut, 16 di setiap sisi, dan salah satu toko di ujung timur laut digunakan sebagai musala kecil. Di dalam kaki-kaki jembatan di kedua ujungnya, terdapat ruang-ruang berkubah yang digunakan sebagai kandang dan gudang. TDV menjelaskan bahwa ruang di kaki barat laut berukuran 4,50 meter x 14,85 meter dan ditutupi dengan kubah bata, dan terdapat sel-sel kecil yang terbuka ke luar melalui kisi-kisi yang menghubungkan toko-toko dengan ruang besar tersebut. Jembatan ini telah menarik perhatian para pelancong selama berabad-abad. Pada tahun 1640, Evliya Çelebi, yang mengunjungi Bursa, menulis bahwa terdapat sekitar 200 toko di pasar jembatan tersebut, tetapi Culture Portal menekankan bahwa sebenarnya hanya ada 32 toko. Evliya juga menyebutkan bahwa terdapat pintu-pintu besi Menurut pasal yang sama, arsip foto berwarna milik Albert Kahn juga menyimpan gambar jembatan yang diambil pada tanggal 3 Juni 1913. Jembatan ini telah mengalami dampak dari banjir, gempa bumi, dan perang. Menurut Portal Kebudayaan, sebagian jembatan hancur akibat banjir pada abad ke-18 dan mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada tahun 1855. Setelah gempa bumi, toko-toko beratap lengkung menghilang, dan pada paruh kedua abad ke-19, bagian atas jembatan diubah menjadi pasar terbuka yang dipenuhi dengan berbagai toko kayu yang menyerupai rumah. Pada tahun 1922, saat pasukan pendudukan meninggalkan kota, jembatan tersebut dirusak, dan semua toko di atasnya hilang sepenuhnya. Pada tahun 1949, jembatan tersebut dibangun kembali sebagai jembatan beton tanpa toko. Menurut Portal Kebudayaan, upaya restorasi dimulai pada tahun 1988, dan jembatan tersebut dibangun kembali pada tahun 2004, termasuk toko-tokonya. Saat ini, jembatan tersebut berfungsi sebagai jalur penyeberangan sekaligus pasar. Kantor Pengelola Wilayah mencatat bahwa setelah dibangun kembali, jembatan tersebut berubah menjadi "jembatan seni" dengan studio seni di atasnya. Saat melintasinya, yang terlihat hanyalah deretan toko; tampilan asli jembatan, yaitu lengkungan tunggal yang menjulang di atas dasar sungai, dapat dilihat dari samping. Oleh karena itu, melihat ke arah lembah Gökdere dari jembatan Setbaşı atau Boyacı Kulluğu yang berdekatan adalah cara yang baik untuk melihat lengkungan tersebut. Jembatan ini dapat diakses dengan berjalan kaki dari Jalan Atatürk, menuju arah Setbaşı. Jembatan ini juga dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat dari Museum Kota Bursa yang terletak di Alun-alun Patung; seperti yang dijelaskan oleh TDV, jembatan ini terletak di atas lembah Gökdere yang membagi wilayah Yeşil.
2
Bursa Kent Müzesi

Museum Kota Bursa.

~1 jam 15 mnt di sini
Hocaalizade Mah. Atatürk Cad. Kültür Sok. No. 8, Osmangazi / Bursa

Museum Kota merupakan tempat yang tepat untuk memahami sejarah umum kota sebelum mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Museum ini berlokasi di sebuah bangunan dengan fasad simetris dan atap lebar yang dibangun pada tahun 1926 sebagai gedung pengadilan. Sumber-sumber menyebutkan bahwa desain bangunan ini dirancang oleh Kemalettin Bey, sementara pembangunannya dilakukan oleh Ekrem Hakkı Ayverdi. Setelah pengadilan pindah ke gedung barunya pada tahun 1999, bangunan ini direstorasi pada tahun 2001-2004, dan museum ini dibuka untuk umum pada tanggal 14 Februari 2004. Luangkan waktu sejenak untuk mengamati fasad bangunan sebelum masuk; penekanan pada sumbu tengah pintu masuk dan penggunaan jendela lengkung bersama dengan jendela persegi panjang menunjukkan bahwa bangunan ini mencerminkan gaya arsitektur tahun 1920-an. Jelajahi museum ini mulai dari lantai dasar, karena lantai ini mengikuti urutan kronologis. Galeri pertama mencakup periode prasejarah hingga era Ottoman dan Perang Kemerdekaan. Di galeri yang sama, terdapat juga informasi tentang bencana yang dialami kota pada abad ke-18 dan ke-19. Perhatikan bagian ini dengan seksama, karena kondisi bangunan-bangunan bersejarah dan pasar yang akan Anda lihat selanjutnya sebagian besar merupakan hasil perbaikan setelah gempa bumi dan kebakaran. Galeri kedua menceritakan tentang era Republik, pertumbuhan kota, migrasi, dan Gunung Uludağ. Di museum ini, terdapat juga model topografi kota; luangkan beberapa menit untuk melihatnya agar Anda dapat memahami posisi bangunan-bangunan bersejarah, lembah Gökdere, dan gunung tersebut. Lantai pertama memiliki tata letak tematik dan menggambarkan kehidupan sehari-hari kota, mulai dari pemandian hingga budaya kuliner, serta tradisi Karagöz dan Hacivat. Menurut Wikipedia, museum ini juga menyelenggarakan pameran sementara di lantai ini, sehingga konten yang Anda lihat mungkin berbeda tergantung pada waktu kunjungan Anda. Di museum ini, terdapat juga enam patung lilin para sultan Ottoman. Bagian yang paling penting untuk rute ini adalah Pasar Kerajinan Tangan yang terletak di lantai bawah tanah. Pasar ini dibangun dengan desain yang merepresentasikan pasar Bursa pada abad ke-18, dan terdiri dari enam belas toko, menurut Wikipedia. Promosi museum menyebutkan bahwa tata letak pasar ini dibuat berdasarkan foto-foto pasar kuno yang diambil oleh para pelancong Eropa yang mengunjungi Bursa. Di antara toko-toko tersebut, terdapat berbagai kerajinan seperti toko handuk, toko pelana, toko gerobak, toko sepatu, toko pisau, toko tembaga, toko wol, toko keranjang, dan toko barang-barang Cina. Bagian sutra dirancang secara terpisah dari toko-toko lainnya, dan museum ini menyebutnya sebagai salah satu bagian yang paling menarik. Berhenti di bagian ini sebelum mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah, karena perdagangan sutra merupakan bagian penting dari bangunan-bangunan tersebut. Pentingnya sutra bagi kota ini tidak berakhir pada masa bangunan-bangunan bersejarah. Ensiklopedia Islam TDV mencatat bahwa pada tahun 1837, penggunaan tenaga uap mulai diterapkan dalam industri sutra lokal, dan dalam waktu dua puluh lima tahun, jumlah pabrik sutra meningkat menjadi tiga puluh lima, serta pada tahun 1914, produksi sutra mentah mencapai seribu ton. Dengan demikian, bangunan-bangunan perdagangan dari era karavan dan pabrik-pabrik sutra dari era industri mewakili dua periode yang berbeda dari perdagangan yang sama. Menurut Wikipedia, museum ini sering mengadakan demonstrasi oleh pengrajin tradisional pada akhir pekan Untuk kunjungan kelompok, terdapat ketentuan reservasi. Pastikan untuk memeriksa informasi terbaru mengenai hari dan jam buka museum melalui situs web resmi. Setelah keluar dari museum, berjalanlah ke arah barat di sepanjang Jalan Atatürk; Koza Han adalah bangunan ketiga, terletak di sebelah utara Masjid Orhan, di antara Masjid Orhan dan Masjid Agung (Ulu Cami). Sumber: Museum-museum Kota Bursa; Kantor Wilayah Bursa, Gedung Pengadilan; Wikipedia, Museum Kota Bursa.

Museum Kota Bursa terletak di pusat kota, tepatnya di Alun-alun Patung, di belakang Monumen Atatürk dan di sebelah gedung pemerintahan. Museum ini dibuka pada 14 Februari 2004 oleh Pemerintah Kota Metropolitan Bursa dengan tujuan untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya, sejarah, sosial, dan ekonomi kota. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mencantumkannya sebagai museum kota pertama di Turki. Saat ini, museum ini merupakan salah satu dari museum yang berada di bawah pengelolaan Direktorat Museum Pemerintah Kota. Bangunan itu sendiri merupakan contoh arsitektur dari era Republik yang patut dikunjungi. Dibangun pada tahun 1926 oleh Ekrem Hakkı Ayverdi, dan menurut catatan dari Kantor Wilayah, desainnya dibuat oleh Kemalettin Bey. Bangunan bergaya Arsitektur Nasional Pertama ini, menurut Portal Kebudayaan, merupakan salah satu dari tiga bangunan pemerintahan di kota pada era Republik. Museum ini saat ini beroperasi di bekas gedung Pengadilan dan Kementerian Keuangan (Kantor Keuangan). Bangunan ini memiliki tiga lantai, termasuk ruang bawah tanah, dengan desain yang luas dan simetris. Pintu masuk utama terletak di tengah. Jendela-jendela yang melengkung dan persegi panjang digunakan bersamaan. Kantor Wilayah mencatat bahwa setiap lantai memiliki luas sekitar 670 meter persegi, sedangkan total luas museum adalah 2.010 meter persegi. Bangunan ini digunakan sebagai Pengadilan Kota Bursa selama lebih dari 70 tahun. Karena tidak lagi memenuhi kebutuhan, sebuah kompetisi desain arsitektur diadakan pada tahun 1986 untuk membangun gedung pengadilan baru, dan pengadilan dipindahkan ke sana pada tahun 1999. Gedung yang kosong kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kota pada tahun 2001 dan diubah menjadi museum melalui renovasi yang berlangsung dari tahun 2001 hingga 2004. Menurut Wikipedia, selama proses ini, arsitek senior Naim Arnas terlibat, dan setelah mempertimbangkan berbagai usulan, termasuk pembukaan restoran atau kasino, diputuskan untuk menjadikannya museum kota. Pintu masuk utama dapat diakses melalui halaman di belakang patung Atatürk. Halaman masuk memiliki amfiteater kecil tempat konser dan pertunjukan diadakan, dan terkadang pameran juga diselenggarakan di ruang terbuka. Galeri pertama di lantai dasar menceritakan sejarah Bursa, dimulai dari zaman prasejarah, dan secara kronologis meliput periode Bitinya, Romawi, Bizantium, dan Ottoman hingga tahun-tahun Perang Kemerdekaan. Bagian yang menarik di galeri yang sama adalah bagian yang didedikasikan untuk bencana yang dialami kota pada abad ke-18 dan ke-19. Galeri kedua menceritakan tentang era Republik, perubahan wajah kota, migrasi ke Bursa pada berbagai periode, arsitektur, urbanisasi, dan Gunung Uludağ. Model topografi kota menampilkan tembok, kompleks, penginapan, dan pemandian, memberikan gambaran yang jelas tentang tata letaknya; melihatnya sebelum mengunjungi pasar bersejarah akan sangat membantu. Portal Kebudayaan juga menyebutkan bahwa museum ini memiliki patung lilin dari enam sultan Ottoman yang pernah tinggal di Bursa. Bagian yang paling populer di museum ini adalah Pasar Kerajinan Tangan yang terletak di ruang bawah tanah. Bagian ini dirancang berdasarkan foto-foto pasar Bursa kuno yang diambil oleh para pelancong Eropa. Museum ini dirancang menyerupai jalanan yang ramai, dengan lantai berubin dan koridor yang menyerupai gang-gang. Di sepanjang koridor ini, terdapat representasi toko-toko seperti toko handuk, toko kereta, pandai besi, pembuat pelana, pembuat gerobak, penjual sepatu, penjual pisau, tukang tembaga, tukang kaleng, tukang kayu, penjual wol, pembuat keranjang, penjual barang impor, toko permen, dan penjual kebab. Bagian khusus yang menampilkan sutra juga merupakan salah satu area museum yang paling menarik. Menurut Wikipedia, para pengrajin mengadakan lokakarya pada akhir pekan untuk memperkenalkan karya mereka kepada pengunjung. Lantai pertama didedikasikan untuk budaya kehidupan tradisional Bursa. Di sini, pengunjung dapat mempelajari tentang pemandian air panas, budaya kuliner, legenda, dan pertunjukan Karagöz dan Hacivat. Selain itu, artefak etnografi yang disumbangkan ke museum juga dipamerkan di lantai ini. Menurut Portal Kebudayaan, koridor di semua lantai digunakan sebagai ruang pameran sementara, sehingga mengunjungi museum dengan interval beberapa bulan akan memberikan pengalaman yang berbeda. Bagian "memori kota" museum ini menyimpan dokumen sejarah, buku, film, dokumenter, dan foto yang berkaitan dengan Bursa. Terdapat juga perpustakaan kecil dan ruang baca untuk para peneliti, serta ruang serbaguna untuk pertunjukan multivisi dan pertemuan kecil. Di dalam gedung, terdapat juga kafe museum dan toko museum. Museum ini menyelenggarakan program pendidikan untuk semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dan bekerja sama dengan Kantor Pendidikan Nasional untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Untuk kunjungan kelompok, diperlukan reservasi sebelumnya. Kegiatan dirancang untuk anak-anak berusia enam tahun ke atas. Pengguna kursi roda dapat mengakses semua lantai melalui lift dan rampa. Terdapat juga toilet yang sesuai dan kursi roda yang dapat dipinjam. Menurut informasi dari pihak berwenang, museum ini menerima rata-rata 70 hingga 80 ribu pengunjung setiap tahun. Menurut Portal Kebudayaan, museum ini meraih penghargaan sebagai museum terbaik ketiga di Eropa pada tahun 2006 dalam acara Forum Museum Eropa yang diadakan di Lisbon. Museum Bursa tutup pada hari Senin, tanggal 1 Januari, dan pada hari pertama hari raya keagamaan. Informasi terbaru mengenai jam buka dan harga tiket dapat ditemukan di situs web bursamuze.com. Disarankan untuk meluangkan setidaknya satu jam untuk menjelajahi semua lantai dengan santai. Jalur trem T1 berakhir di Heykel, sehingga pengunjung dapat langsung turun ke alun-alun dengan trem. Pengunjung yang menggunakan BursaRay dapat berpindah ke jalur T1 di stasiun Demirtaşpaşa. Museum ini merupakan titik awal yang baik untuk mempelajari sejarah umum kota, kemudian berjalan-jalan ke area pasar dan bangunan bersejarah.
3
Koza Han

Koza Han.

~45 mnt di sini
Nalbantoğlu, Osmangazi/Bursa

Masuklah ke Koza Han melalui pintu yang menghadap ke Orhan Camii. Menurut Portal Kebudayaan, pintu di lantai bawah mengarah ke Orhan Camii, sementara pintu lainnya mengarah ke pasar di utara; dengan demikian, bangunan ini berfungsi sebagai penghubung antara dua dunia perdagangan di kota. Koza Han dibangun oleh Bayezid II; menurut Ensiklopedia Islam TDV, pembangunan dimulai pada Maret 1490 dan bangunan ini dibuka pada 29 September 1491. Arsiteknya adalah Abdülula bin Pulad Şah, dan Şuca bin Karaca disebutkan sebagai yang bertanggung jawab atas pekerjaan konstruksi. Sebagian besar sumber menyatakan bahwa bangunan ini dibangun untuk menghasilkan pendapatan bagi kompleks Bayezid II di Istanbul, meskipun Ensiklopedia Islam TDV mencatat bahwa hubungan ini masih diperdebatkan. Dalam dokumen-dokumen, bangunan ini disebut dengan nama lain seperti Yeni Han, Beylik Han, dan Simkeş Han, tetapi nama saat ini berasal dari ulat sutra, yang merupakan komoditas utama yang diperdagangkan di sini. Di tempat ini, lihatlah bangunan ini bukan sebagai karya arsitektur, tetapi sebagai mesin perdagangan. Menurut Kantor Wilayah Bursa, halaman memiliki luas sekitar 46 meter kali 38 meter dan dikelilingi oleh beranda yang lebarnya sekitar 3,5 meter di kedua lantai. Sebagian besar sumber menyebutkan bahwa ada lima puluh kamar di lantai bawah dan lima puluh kamar di lantai atas, meskipun angka-angka ini sedikit berbeda dari satu sumber ke sumber lainnya. Menurut Wikipedia, para pedagang menyewa kamar-kamar tersebut secara berpasangan, dengan kamar di atas digunakan untuk bekerja dan menginap, sedangkan kamar di bawah digunakan sebagai gudang barang. Setiap kamar di lantai atas memiliki dua jendela yang menghadap ke luar, yang menunjukkan bahwa kamar-kamar di lantai atas dirancang untuk ditinggali dan digunakan sebagai tempat kerja. Hal yang menjadikan Koza Han sebagai pusat perdagangan sutra adalah orang-orang yang tinggal di dalamnya. Ensiklopedia Islam TDV mencatat bahwa bangunan ini menampung para pedagang dari Azerbaijan dan Iran, dan juga merupakan tempat kedudukan "ipek emin," yang bertanggung jawab untuk memungut bea cukai dari pedagang sutra. Dengan kata lain, perdagangan, termasuk pertemuan antara pembeli dan penjual untuk sutra mentah yang datang dari jalur Tabriz, diawasi dari halaman ini. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, pada awal abad ke-16, keluarga Medici dari Florence juga memiliki kantor di sini. Mulailah dengan berjalan-jalan di sekitar halaman, terutama di beranda lantai bawah, dan perhatikan kepadatan pintu-pintu kamar. Kemudian naik ke lantai atas dan lihat ke halaman dari beranda; di tengahnya terdapat sebuah bangunan berbentuk oktagon yang berfungsi sebagai masjid, yang berdiri di atas delapan pilar dan bersama dengan air mancur di bawahnya, membentuk titik fokus halaman. Di sisi timur bangunan, terdapat İç Kozahan, yang dulunya digunakan sebagai kandang, dan terhubung ke bangunan utama melalui bukaan besar di dinding timur. Hewan-hewan yang datang bersama karavan dan barang-barang berat disimpan di halaman kedua yang terpisah dan hanya terdiri dari satu lantai ini; ini adalah bagian tersembunyi dari operasional bangunan. İç Kozahan saat ini digunakan sebagai tempat makan dan minum; Anda dapat melewatinya untuk membandingkan ukuran dan karakter kedua halaman. Jangan lupa untuk melihat pintu utama di sisi utara. Menurut TDV, bagian atas lengkungan yang terbuat dari batu yang dipotong rapi dihiasi dengan lapisan batu berwarna yang diukir dengan pola geometris. Bangunan ini direnovasi pada tahun 1671-72 dan Jika Anda ingin membeli sutra, jangan terburu-buru; kunjungi beberapa toko dan bandingkan tekstur dan motifnya. Hal ini seperti mencoba mengulangi sejarah panjang usaha rumah tersebut selama lima abad. Untuk mengambil foto, bidiklah dari sudut atas beranda yang menangkap halaman dan masjid secara bersamaan dalam satu bingkai lebar. Keluar dari pintu utara rumah tersebut dan arahkan diri Anda ke pasar; tujuan berikutnya, Bedesten, tidak jauh. Sumber: Ensiklopedia Islam TDV, Koza Hanı; Kantor Wilayah Bursa; Portal Kebudayaan; Pemerintah Kota Osmangazi.

Pada tahun 1491, bangunan ini dibangun oleh Bayezid II dan telah menjalankan fungsinya yang sama selama lima ratus tahun. Di tengah halaman, terdapat sebuah musala kecil yang berada di atas kolam, dikelilingi oleh pohon-pohon cempaka, dan di bawahnya terdapat orang-orang yang sedang minum teh. Kamar-kamar di lantai atas masih digunakan sebagai toko yang menjual sutra dan tekstil. Tempat ini adalah satu-satunya tempat di Bursa yang masih mempertahankan kekayaan yang diperoleh dari perdagangan sutra.
4
Bursa Bedesteni

Pasar Bedesten Bursa.

~40 mnt di sini
Ulucami Cad., Osmangazi / Bursa

Bedesten adalah bangunan kokoh yang terletak di antara deretan toko, pasar terbuka, dan bangunan serbaguna lainnya; bangunan ini dianggap sebagai "brankas" wilayah tersebut. Menurut catatan Bursa, bangunan ini pada masanya menjadi pusat kegiatan perbankan dan perdagangan, tempat barang-barang berharga disimpan, dibeli, dan dijual. Sultan Bayezid I memerintahkan pembangunan bangunan ini pada akhir abad ke-14, dan berdasarkan catatan yayasan, tahun pembangunannya adalah 1400. Sumber-sumber menyebutkan bahwa bangunan ini adalah bedesten pertama pada masa Kesultanan Ottoman. Karena sebelumnya Emir Han yang menjalankan tugas ini, bangunan ini juga dikenal sebagai Bezzazistan-ı Cedid, atau Bedesten Baru. Perhatikan pintu masuknya. Bangunan ini memiliki satu pintu di tengah setiap sisi, dan menurut TDV (Turk Diyanet Vakfı), Evliya Çelebi menggambarkan bedesten ini sebagai bangunan besar dengan empat pintu besi pada abad ke-17. Portal Kebudayaan menyebutkan bahwa terdapat prasasti di atas pintu masuk yang menggunakan kombinasi tulisan kufi dan naskah, sementara prasasti di pintu barat menyebutkan nama bangunan ini sebagai Bazestan. Di dalamnya terdapat ruang persegi panjang yang dibagi menjadi empat bagian oleh enam pilar besar. Menurut TDV, setiap bagian ditutupi oleh kubah. Untuk melihat susunan kubah, berjalanlah perlahan di sepanjang sumbu panjang di dalam bangunan dan lihatlah ke atas; Anda akan memahami bagaimana pilar-pilar tersebut menopang kubah-kubah tersebut. Toko-toko di dalam bangunan berdempetan dengan dinding, sehingga lorong di tengah tetap terbuka. Menurut sumber, terdapat tiga puluh dua toko di dalam dan enam puluh delapan toko di luar. Menurut Pemerintah Kota Metropolitan Bursa, pendapatan dari dua belas toko di luar dialokasikan untuk yayasan Orhan Gazi, sementara sisanya dialokasikan untuk yayasan Yıldırım. Dengan kata lain, dua yayasan dari periode yang berbeda mengumpulkan pendapatan di pasar yang sama. Artikel yang ditulis oleh Özer Ergenç tentang bangunan ini menggambarkan bedesten sebagai tempat yang menghubungkan Timur dan Barat. Deskripsi ini merangkum mengapa bangunan seperti ini sangat penting pada masa ketika pedagang sutra dari Persia dan pembeli dari Italia bertemu di kota yang sama, dan di mana barang-barang berharga perlu disimpan dengan aman. Di belakang bangunan yang Anda lihat sekarang, terjadi kebakaran besar. Menurut penelitian Salih Budakoğlu, kebakaran yang terjadi di Kapalıçarşı pada 24 Agustus 1958 adalah bencana terbesar yang dialami kota tersebut setelah gempa bumi besar pada pertengahan abad ke-19. Kebakaran tersebut berdampak parah pada bedesten, serta pada bangunan serbaguna dan pasar di sekitarnya. Bedesten direnovasi pada tahun 1960, dengan upaya untuk memulihkan bangunan tersebut. Menurut TDV, selama renovasi ini, deretan toko di luar dan deretan toko di luar pasar di sekitarnya dibangun kembali menggunakan beton bertulang. Saat Anda melihat dinding dan toko-toko di luar, ingatlah informasi ini: bentuk bangunan ini adalah asli, tetapi beberapa bagiannya berasal dari tahun 1960-an. Saat ini, bedesten digunakan sebagai pasar perhiasan, yang mengingatkan pada fungsi awalnya sebagai tempat perdagangan barang-barang berharga. Mengambil foto etalase dan pedagang di pasar yang menjual emas dan perhiasan mungkin tidak sopan; arahkan kamera Anda ke kubah dan pilar. Jalan-jalan tertutup di sekitarnya merupakan bagian dari jaringan pasar, yang disebut oleh TDV sebagai Sipahi Çarşısı, Gelincik Çarşısı, dan Uzun Ç Keluar dari Bedesten dan berjalan menuju arah Masjid Agung; pemberhentian terakhir adalah Emir Han, yang terletak di sudut timur laut masjid. Sumber: Ensiklopedia Islam TDV, Bedesten dan Pasar Besar; Divisi Bursa; Portal Kebudayaan; Pemerintah Kota Metropolitan Bursa.

Bursa Bedesteni, juga dikenal sebagai Yıldırım Bayezid Bedesteni, terletak tepat di tengah pasar bersejarah di sebelah utara Ulu Cami. Menurut deskripsi dari Kultur Portali, bangunan ini berada di sebelah kanan jalan yang menghubungkan Ulu Cami ke Kapalı Çarşı. Bangunan ini dibangun pada akhir abad ke-14 oleh Sultan I. Bayezid, atau Yıldırım Bayezid. Menurut TDV İslam Ansiklopedisi, berdasarkan catatan wakaf, Bedesteni ini dibangun pada tahun 1400 untuk menghasilkan pendapatan bagi amal-amal Yıldırım, dan dianggap sebagai salah satu bangunan Bedesteni terbesar dalam seni Turki. Kultur Portali memperkenalkan bangunan ini sebagai Bedesteni pertama yang dibangun pada masa Ottoman. Di sisi lain, inventaris dari Bursa Alan Başkanlığı mencatat bahwa pada masa Orhan Gazi, bangunan Emir Han yang ada sebelumnya disebut sebagai "Eski Bedesteni" (Bedesteni Lama) setelah pembangunan bangunan baru ini, yang berarti pusat pasar bergeser ke bangunan ini pada masa Yıldırım. Bedesteni adalah bangunan tempat barang-barang berharga di pasar dibeli dan dijual, serta tempat penyimpanan barang-barang berharga. Alan Başkanlığı mendefinisikan bangunan ini sebagai inti dari perbankan dan perdagangan pada masanya; penyimpanan uang dan barang berharga adalah tugas yang sekarang diemban oleh bank. Menurut TDV İslam Ansiklopedisi, Bedesteni dibangun dengan struktur batu bata yang kuat untuk melindungi barang-barang berharga dari kebakaran yang sering melanda toko-toko kayu. Di dalamnya juga disimpan peti pedagang, buku catatan, dan dokumen dari berbagai serikat pengrajin. Oleh karena itu, Bedesteni berfungsi sebagai semacam benteng di dalam pasar, dan aktivitas perdagangan terpusat di sekitarnya. Ensiklopedia menjelaskan jenis bangunan ini sebagai adaptasi dari denah masjid besar dengan banyak kubah untuk tujuan komersial. Bangunan di Bursa memiliki denah persegi panjang yang membentang dari timur ke barat. Ruang interior dibagi menjadi empat belas bagian oleh enam pilar yang kokoh, dan setiap bagian ditutupi dengan kubah. Setiap sisi memiliki pintu di tengahnya. Terdapat toko-toko yang berdekatan dengan dinding interior; Kultur Portali mencatat bahwa saat ini terdapat 32 toko di dalam dan 68 toko di luar. Di atas pintu masuk terdapat relief prasasti dengan tulisan Kufi dan Nesih, dan di atas pintu barat terdapat tulisan "Bazestan". Menurut TDV, Bedesteni di Edirne yang dibangun sekitar tahun 1417-1418 memiliki struktur yang sangat mirip dengan Bedesteni di Bursa, yaitu dengan enam pilar dan empat belas kubah. Abad terakhir bangunan ini tidak berjalan mulus. Dalam kebakaran besar yang melanda Kapalı Çarşı, Bedesteni juga terbakar dan menjadi tidak dapat digunakan; sebagian besar sumber menyebutkan kebakaran terjadi pada tahun 1958, sementara halaman Bedesteni di Kultur Portali menyebutkan tahun 1956. Bedesteni diperbaiki pada tahun 1960. TDV İslam Ansiklopedisi mencatat bahwa dalam perbaikan tersebut, toko-toko di bagian luar diselesaikan dengan beton, dan toko-toko di pasar sekitarnya dibangun kembali dengan beton bertulang untuk mempertahankan tata letak aslinya. Menurut Vikipedi, sebelumnya barang-barang berharga dijual di bagian tengah, sedangkan barang-barang yang lebih umum dijual di toko-toko di sekitarnya. Tata letak ini masih berlaku hingga saat ini: bagian dalam Bedesteni adalah pasar perhiasan, sedangkan di bagian luar Bedesteni dijual sepatu dan pakaian. Saat berjalan di koridor dalam yang ditutupi kub Pasar Sipahi, yang terletak di sebelah utara Bedesten, dibangun pada tahun 1420-an oleh Dayı Karacabey, dan menurut keterangan dari Alan Başkanlığı, merupakan salah satu bagian yang berhasil bertahan dalam kondisi aslinya setelah kebakaran tahun 1958. Di sebelah utara lainnya, terdapat Pasar İvaz Paşa, yang saat ini sebagian besar menjual perabot dan tekstil. Di seberang pintu timur Bedesten, terdapat bangunan Geyve Han yang terletak di jalan Yorgancılar Çarşısı. Alan Başkanlığı menekankan bahwa bangunan-bangunan di sekitar Bedesten, termasuk bangunan-bangunan dan pasar, direncanakan dengan mempertimbangkan Bedesten sebagai pusatnya. Menurut TDV, pasar yang berkembang di sekitar Bedesten meliputi area antara Ulu Cami dan Bedesten, serta mencakup bangunan-bangunan seperti Koza, Emir, Fidan, Geyve, dan Pirinç, serta pasar-pasar seperti Gelincik, Sipahi, dan Okçular. Sebagian dari jalan-jalan di antara bangunan-bangunan tersebut kemudian ditutupi, sehingga terbentuklah sebuah pasar tertutup di Bursa. Area bangunan-bangunan yang menjadi lokasi Bedesten merupakan bagian dari "Bursa dan Cumalıkızık: Kelahiran Kekaisaran Ottoman," yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014. Reputasi Bursa dalam perdagangan sutra sangat terkenal sehingga sebuah bangunan pasar di Sarajevo hingga saat ini masih dikenal dengan nama Bursa Bedesteni, karena sutra Bursa yang dijual di sana. Bedesten bukanlah sebuah museum, melainkan sebuah pasar yang masih beroperasi, dan sebaiknya dikunjungi pada jam-jam ketika toko-tokonya buka. Untuk menikmati kunjungan yang lebih tenang, sebaiknya datang pada pagi hari di hari kerja. Dari Meydan Heykeli, berjalanlah ke arah barat melalui Jalan Atatürk menuju Ulu Cami, dan dari sana, Anda dapat mencapai pintu masuk pasar yang terletak di bagian bawah masjid dalam beberapa menit. Setelah mengunjungi Bedesten, berjalanlah menuju Koza Han dan Emir Han, yang berasal dari masa Orhan Gazi, untuk melengkapi pemahaman Anda tentang sejarah perkembangan pasar ini pada abad ke-14 dan ke-15.
5
Emir Han

Emir Han.

~35 mnt di sini
Uzun Çarşı Cad., Şehreküstü Mah., Osmangazi / Bursa

Rute ini berakhir di Emir Han, sebuah penginapan Ottoman pertama yang dibangun di Bursa. Penginapan ini dibangun oleh Orhan Bey setelah penaklukan Bursa, untuk memberikan penghasilan bagi kompleksnya. Prasasti di masjid di kompleks yang sama mencantumkan tanggal 1339-40. Jadi, Anda berada di halaman yang menjadi bagian dari sistem perdagangan yang didirikan lebih dari satu abad sebelum Koza Han. Dalam sumber-sumber, penginapan ini dikenal dengan nama seperti Bezzaz-ı Atik, Eski Bezzazistan, Bey Hanı, dan Sultan Hanı; menurut Portal Kebudayaan, nama Emir Bey Hanı mulai digunakan setelah tahun 1522. Ketika Yıldırım Bayezid membangun pasar baru, tempat ini untuk sementara waktu disebut Eski Bedesten; ini berarti bangunan yang baru saja Anda lihat mengambil alih sebagian fungsi penginapan tersebut.

Saat memasuki penginapan, perhatikan terlebih dahulu luas halamannya; menurut Kantor Wilayah Bursa, halaman dalam berukuran 46 meter kali 50 meter. Kantor Wilayah mencatat 36 unit di lantai bawah dan 38 unit di lantai atas, sedangkan Portal Kebudayaan mencantumkan 37 kamar di lantai atas. Kamar-kamar di lantai bawah digunakan sebagai gudang, sedangkan kamar-kamar di lantai atas yang memiliki jendela dan perapian digunakan oleh para pedagang untuk menginap dan bekerja. Kantor Wilayah juga menulis bahwa penginapan ini melayani perdagangan sutra dan kain sutra, dan terdapat bagian kandang untuk hewan-hewan pedagang.

Bandingkan tata letak ini dengan yang Anda lihat di Koza Han: pada keduanya, terdapat perbedaan antara halaman yang dikelilingi oleh bangunan dua lantai, serta antara gudang di lantai bawah dan kamar-kamar di lantai atas. Cari perbedaannya pada material dan detailnya. Emir Han dibangun dengan batu bata dan batu, dan lengkungan didukung oleh pilar batu dan bata yang tebal. Perhatikan bahwa empat sudut teras di lantai pertama ditutupi dengan kubah.

Sejarah Emir Han adalah rangkaian kebakaran dan perbaikan. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, bangunan ini mengalami kebakaran pada tahun 1544, 1788, dan 1958, serta kerusakan akibat gempa pada tahun 1674 dan 1855. Sumber yang sama mencantumkan tahun 1634 dan 1963 sebagai tahun-tahun perbaikan. Kantor Wilayah Bursa juga menekankan bahwa penginapan ini telah terbakar atau hancur berkali-kali, dan setiap kali harus diperbaiki dengan biaya yang besar. Oleh karena itu, jangan berasumsi bahwa setiap dinding yang Anda lihat berasal dari abad ke-14; bangunan yang Anda lihat sekarang adalah hasil perbaikan berulang selama berabad-abad, dengan tetap mempertahankan tata letak aslinya.

Saat ini, penginapan ini masih beroperasi dengan toko-tokonya; saat berjalan di teras, berhati-hatilah agar tidak mengganggu pekerjaan para pedagang. Duduklah sejenak di halaman dan renungkan semua yang telah Anda lihat sejak awal rute. Pedagang yang membangun jembatan, bagian sutra di museum, petugas sutra di Koza Han, dan perdagangan barang berharga di pasar, semuanya merupakan bagian dari sistem perdagangan yang dimulai di halaman ini.

Untuk foto, ambil gambar dari sudut halaman yang menampilkan kedua lantai teras; ini akan menunjukkan skema dasar dari penginapan kota Ottoman dalam bentuknya yang paling sederhana. Rute ini berakhir di sini; Masjid Agung (Ulu Cami) berada tepat di sebelah Anda, dan halte trem T1 Ulu Cami berada di dekatnya

Emir Han adalah sebuah bangunan dua lantai yang terletak di sudut timur laut Bursa Ulu Cami, di lapisan terluar dari pasar bersejarah. Bangunan ini dibangun sebagai bagian dari kompleks waqf Orhan Gazi pada tahun 1339-1340, dengan tujuan menghasilkan pendapatan untuk kompleks tersebut. Menurut Ensiklopedia Islam TDV, bangunan ini dibangun di area tempat pasar kuda didirikan setelah penaklukan. Setelah Bursa menjadi ibu kota Kekaisaran Ottoman pada tahun 1326, kota ini berkembang pesat, dan pasar Bursa yang terkenal tumbuh di sekitar bangunan ini. Bangunan ini memiliki banyak nama dalam berbagai dokumen, antara lain Bezzazistan, Eski Bezzazistan, Bey Hanı, Sultan Hanı, dan Kervansaray. Menurut Bursa Area Presidency, setelah Yıldırım Bayezid membangun bangunan pasar baru pada akhir abad ke-14, bangunan ini dikenal sebagai "Eski Bedesten" (Pasar Lama) untuk sementara waktu. Menurut Portal Kebudayaan, bangunan ini dikenal sebagai Bezzaziye Hanı, Eski Bezazistan, atau Bey Hanı hingga tahun 1522, dan akhirnya dinamai Emir Bey Hanı. Bursa Area Presidency mendeskripsikan bangunan ini sebagai bangunan Ottoman pertama yang dibangun di Bursa. Ensiklopedia Islam TDV menganggap Emir Han sebagai contoh pertama dari jenis bangunan yang disebut "kota han" dalam arsitektur Turki Anatolia, dan menjelaskan bahwa jenis bangunan ini muncul dari adaptasi karavanserai Seljuk untuk perdagangan perkotaan. Bangunan ini memiliki denah yang mendekati persegi. Menurut TDV, bangunan ini berukuran sekitar 45 meter x 45 meter, dengan halaman terbuka seluas sekitar 26 meter x 26 meter di tengahnya. Halaman ini dikelilingi oleh beranda dengan atap lengkung yang terletak di kedua lantai, dan di belakang beranda terdapat serangkaian ruangan beratap lengkung yang diakses melalui pintu. Tiga puluh enam unit di lantai dasar tidak memiliki jendela dan dibangun untuk menyimpan barang-barang yang diturunkan dari karavan ke halaman. Sebagian besar dari 38 unit di lantai atas memiliki jendela dan perapian, dan digunakan oleh para pedagang untuk menjalankan bisnis mereka, serta untuk menginap jika diperlukan. Portal Kebudayaan mencatat bahwa ada 37 ruangan di lantai atas, sedangkan TDV dan Bursa Area Presidency mencatat total 74 unit. Dua tangga yang ditempatkan secara simetris di bagian utara beranda menyediakan akses antara kedua lantai. Dinding dan pilar menggunakan pola anyaman yang bergantian menggunakan bata dan lapisan batu aren. Bagian bawah fasad eksterior yang menghadap ke gudang adalah dinding polos, sedangkan bagian atas memiliki serangkaian jendela persegi panjang dengan lengkungan runcing. Fasad halaman menawarkan tampilan yang sangat berbeda dan dinamis, dengan proporsi beranda yang harmonis. Bagian selatan beranda di lantai dasar berbeda; pilar terbuat dari batu potong, lengkungan berbentuk bulat, dan menggunakan pola anyaman. Di setiap sudut tempat lengkungan beranda bertemu di lantai atas, terdapat sebuah kubah. Pintu masuk berada di sisi utara, sedangkan di sisi selatan terdapat bagian kandang yang panjang dan beratap lengkung. Menurut Bursa Area Presidency, kandang ini digunakan untuk menampung hewan tunggangan para pedagang di kota. Saat pembangunan Ulu Cami, sebagian dari kandang diisi dengan tanah, dan bagian tersebut berada di bawah menara timur laut masjid. Oleh karena itu, menara tersebut saat ini berdiri tepat di sebelah bangunan tersebut. Bursa Area Presidency mencatat bahwa perdagangan sutra dan kain sutra dilakukan di Emir Han. Menurut catatan TDV (Yayasan Kebudayaan Turki), semua barang yang dibeli dan dijual di kota ini ditimbang di bangunan ini, dan pendapatan dari penimbangan tersebut menjadi sumber pendapatan bagi bangunan tersebut. Tiga tempat duduk yang disediakan untuk petugas penimbang masih ada di kedua sisi pintu masuk, jadi jangan lupa untuk melihatnya saat memasuki halaman. Bangunan ini telah mengalami kebakaran dan kerusakan akibat gempa berkali-kali selama berabad-abad. Pada tahun 1544, bangunan ini terbakar, diperbaiki pada tahun 1634, pintu masuknya hancur akibat gempa pada tahun 1674, terbakar lagi pada tahun 1788, dan mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 1855. Menurut TDV, pada abad ke-20, bangunan ini masih berdiri, tetapi bagian depannya hancur total dan sebagian besar bagian atasnya hilang. Pada tahun 1958, bangunan ini rusak parah akibat kebakaran besar yang melanda seluruh pasar, dan kemudian direnovasi secara otentik pada tahun 1962-1963. Selama renovasi tersebut, rencana dan detail asli dipertahankan, tetapi bagian atas yang berada di lantai dasar ditutup dengan kaca, dan perapian di ruangan-ruangan di lantai atas dihilangkan. Saat ini, bangunan ini adalah kompleks pasar yang terawat dengan baik, yang menampung banyak toko dan tempat usaha. Setelah memasuki halaman, disarankan untuk berdiri di tengah dan melihat seluruh bangunan, termasuk keempat sisi dan kubah di sudut-sudutnya, kemudian naik ke bagian atas melalui tangga. Kaki-kaki batu yang digunakan pada sisi selatan dan lengkungan melingkar mudah dibedakan dari lengkungan bata yang lebih runcing pada sisi lainnya. Karena bangunan ini adalah kompleks pasar yang aktif, sebaiknya dikunjungi pada jam-jam ketika toko-toko buka. Seperti yang disebutkan oleh Portal Kebudayaan, kompleks pasar ini dapat diakses dengan berjalan kaki dari pusat kota, dan Emir Han dapat dijangkau dengan melewati Kapalı Çarşı (Pasar Tertutup). Terletak tidak jauh dari sana adalah Koza Han, yang menurut TDV dibangun pada masa pemerintahan Bayezid II, di antara Emir Han dan Ulu Cami. Mengunjungi kedua bangunan tersebut secara berurutan memudahkan untuk membandingkan pertumbuhan pasar pada abad ke-14 dan ke-15. Kompleks pasar tempat Emir Han berada merupakan bagian dari "Bursa dan Cumalıkızık: Kelahiran Kekaisaran Ottoman," yang terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014.

Peta Rute

Info Rute
KotaOsmangazi, Bursa
TipeKultural
Pemberhentian5
Tanggal30 September 2026
Radar TürkiyePenulisRadar TürkiyeMulai Rute