
Pantai Muratpaşa, dari tebing-tebing hingga Hıdırlık.
Masuk untuk menyukai dan memberi nilai
Antalya, pusat kota, tidak menghadap langsung ke laut, melainkan dari atas tebing-tebing yang tingginya mencapai 40 meter. Rute ini mengikuti garis tebing tersebut dari timur ke barat: dimulai dari tempat Sungai Düden mengalir dari tebing ke laut di Lara, lalu menuju taman era Republik yang dibangun di atas tebing, kemudian naik ke menara Romawi di sudut tempat tembok bertemu laut, dan terakhir turun melalui jalan-jalan Kaleiçi menuju museum mainan di pelabuhan kapal pesiar. Wajah sehari-hari Antalya, yang terkenal dengan kota-kota kuno dan Alanya, dapat dilihat melalui rute ini; keempat pemberhentian berada di distrik Muratpaşa, dan semuanya adalah tempat yang sering dikunjungi warga pada akhir pekan. Rute ini memiliki pertimbangan geografis. Karena Lower Düden berjarak 8 kilometer dari pusat kota, memulai hari di sana memungkinkan Anda untuk berjalan kaki antara ketiga pemberhentian lainnya. Menara Hıdırlık terletak di sudut barat daya Taman Karaalioğlu, yang berarti perjalanan dari pemberhentian kedua ke ketiga hanya membutuhkan beberapa menit. Dari menara, Anda dapat turun ke pelabuhan kapal pesiar melalui jalan-jalan sempit Kaleiçi; penurunan ini adalah bagian terakhir dari rute yang membawa Anda dari atas laut menuju tepi laut. Menunda kunjungan ke air terjun akan memperpanjang perjalanan pulang dan juga akan membuat Anda menikmati pemandangan paling indah pada saat yang paling melelahkan. Tempat Sungai Düden bertemu laut juga dikenal sebagai "Karpuzkaldıran." Air terjun tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter, dan awan kabut sering menggantung di atas tempat jatuhnya air. Area tempat air terjun dan sungai berada ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi secara permanen pada tahun 2020. Taman Karaalioğlu adalah taman era Republik yang dibangun antara tahun 1935 dan pertengahan tahun 1940-an, yang diprakarsai oleh Gubernur Haşim İşcan dan dirancang oleh arsitek Necmettin Ateş. Terdapat tiga sumbu paralel yang membentang menuju laut dan berakhir di tiga teras observasi. Menara Hıdırlık adalah struktur Romawi yang berasal dari abad ke-2, dengan dasar persegi dan badan silinder, tingginya 14 meter. Hingga saat ini, masih diperdebatkan apakah itu adalah makam, mercusuar, atau menara pengawas. Area penggalian di sekitarnya dibuka untuk umum pada musim panas tahun 2026, bersama dengan teras observasi. Museum Mainan di pelabuhan kapal pesiar dibuka pada 23 April 2011 oleh Pemerintah Kota di bekas bangunan pelabuhan. Total jarak berjalan kaki dari Karaalioğlu ke pelabuhan kapal pesiar adalah sekitar dua kilometer, tetapi jalan dari Hıdırlık ke pelabuhan beraspal dan miring; kenakan sepatu yang tidak licin. Jangan keluar dari pagar di tepi tebing, terutama di Taman Düden, karena tanahnya bisa licin. Di pusat kota, terdapat tiga jalur sistem kereta: AntRay T1 Fatih menghubungkan Bandara dan Expo, serta T3 Varsak menghubungkan dengan Museum. Trem nostalgia antara Museum dan Zerdalilik dihentikan pada musim panas tahun 2026 untuk pemeliharaan kendaraan, dan bus beroperasi di rute yang sama; periksa status terkini di situs web Antalya Ulaşım. Untuk informasi mengenai harga tiket dan jam buka museum, lihat pengumuman resmi pemerintah kota; Museum Mainan tutup pada hari Senin. Durasi: setengah hari. Waktu terbaik: Musim semi dan Transportasi: Untuk mencapai Aşağı Düden, Anda dapat menggunakan bus kota yang menuju ke arah Lara dari pusat kota. Untuk kembali dari Düden Park ke Karaalioğlu Parkı, gunakan bus yang mengikuti rute yang sama (lihat informasi rute dan jadwal di situs web Antalya Ulaşım). Bagian dari Karaalioğlu ke Hıdırlık dan dari jalan-jalan Kaleiçi ke pelabuhan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk kembali, Anda dapat naik AntRay dan jalur tremnostalgia dari halte Kale Kapısı.
Sumber:
- Portal Kebudayaan, Air Terjun Aşağı Düden, https://www.kulturportali.gov.tr/turkiye/antalya/gezilecekyer/asagi-duden-selalesi
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Urbanisasi, Kantor Wilayah Antalya, Pengumuman Pendaftaran Kawasan Sensitif yang Dilindungi untuk Air Terjun Düden dan Sungai, https://antalya.csb.gov.tr/antalya-kepez-ve-muratpasa-duden-selalesi-ve-cayi-kesin-korunacak-hassas-alan-kkha-tescil-ilani-duyuru-410321
- Pemerintah Kota Metropolitan Antalya, Kaleiçi, https://www.antalya.bel.tr/tr/kaleici
- Pemerintah Provinsi Antalya, Kaleiçi, https://www.antalya.gov.tr/kaleici
- Pemerintah Provinsi Antalya, Museum Mainan, https://www.antalya.gov.tr/oyuncak-muzesi
- Engin dan Erdoğan 2020, Analisis Taman Kota Periode Republik dengan Studi Kasus Taman Karaalioğlu, Jurnal Fakultas Kehutanan Bartın, https://dergipark.org.tr/tr/pub/barofd/article/636110
- Yiğit 2022, Menara Hıdırlık, Harmoni Sains, https://dergipark.org.tr/tr/pub/bilar/issue/72508/1171955
- DHA, Menara Hıdırlık Berusia 2.000 Tahun Menjadi Daya Tarik Baru bagi Wisatawan (28.08.2026), https://www.dha.com.tr/yerel-haberler/antalya/antalya-2-bin-yillik-hidirlik-kulesi-turistle-2934664
- Yeni Birlik, Tanggapan Resmi terhadap Rumor Penghapusan Trem Nostalgia, https://www.gazetebirlik.com/kultur-sanat/nostalji-tramvayi-kaldirilacak-iddialarina-resmi-yanit/1045049
- Wikipedia, Museum Mainan Antalya, https://tr.wikipedia.org/wiki/Antalya_Oyuncak_Müzesi
- Wikipedia, Menara Hıdırlık, https://tr.wikipedia.org/wiki/Hıdırlık_Kulesi
- Wikipedia, Air Terjun Düden, https://en.wikipedia.org/wiki/Düden_Waterfalls
- Wikipedia, Trem di Antalya, https://en.wikipedia.org/wiki/Trams_in_Antalya
Pemberhentian Rute

Air Terjun Düden Bawah.
Mulai perjalanan Anda dari pintu masuk Taman Düden yang terletak di sepanjang Jalan Lara. Bus kota yang menuju dari pusat kota ke arah Lara melewati jalan ini; halte tempat Anda turun hanya beberapa langkah dari pintu taman. Sebelum datang ke sini, perlu diingat bahwa ada dua air terjun Düden di Antalya. Air terjun Düden Atas yang berada di Kepez terletak di dalam hutan dan mengalir ke dalam waduk. Sementara itu, Air terjun Düden Bawah yang akan Anda lihat adalah titik akhir aliran sungai, tempat air terjun jatuh langsung dari tebing ke Laut Mediterania. Portal Kebudayaan juga mencatat air terjun ini dengan nama Karpuzkaldıran dan menyebutkan ketinggiannya sekitar 40 meter.
Di dalam taman, ikuti jalan yang mengarah ke laut dan pertama-tama menuju teras observasi yang berpagar di tepi tebing. Dari sini, Anda akan melihat air terjun dari samping dan dari atas; pemandangan air yang terpisah dari tebing dan jatuh ke dalam kehampaan, serta awan kabut yang terbentuk di bawahnya, paling baik dinikmati dari sudut pandang ini. Jika angin bertiup dari laut, kabut dapat mencapai teras, jadi Anda mungkin perlu sering membersihkan lensa kamera Anda. Di pagi hari, matahari berada di belakang Anda, sehingga meningkatkan peluang Anda untuk menangkap pelangi di dalam kabut; pada siang hari, cahaya menjadi lebih merata, dan menjelang sore, sisi laut menjadi lebih terang sementara air terjun berada dalam bayangan. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengambil foto adalah di pagi hari, dan salah satu alasan mengapa rute ini dimulai di sini adalah karena alasan ini.
Setelah dari teras, jelajahi sisa taman. Taman Düden adalah area pejalan kaki yang berhutan di atas tebing; ada bangku dan jalur yang sejajar dengan pantai. Di sepanjang pantai, tanah mungkin basah karena air dan kabut, jadi pastikan untuk tidak keluar dari area yang berpagar. Sedikit di sebelah timur air terjun, terdapat Taman Pemuda yang direkomendasikan oleh Portal Kebudayaan sebagai titik observasi; taman ini memiliki area piknik dan tempat parkir, dan menawarkan sudut pandang kedua untuk melihat air terjun. Jika Anda punya waktu, kunjungi taman itu juga, karena Anda hanya dapat melihat seluruh ketinggian air terjun yang mengalir ke laut dari sisi yang berlawanan.
Untuk mereka yang ingin melihat air terjun dari bawah, ada jalur ketiga melalui laut. Tur perahu yang berangkat dari pelabuhan Kaleiçi berlayar di sepanjang tebing dan mendekati air terjun, menjadikan Düden sebagai satu-satunya air terjun di Antalya yang dapat dilihat dari perahu. Anda dapat mempertimbangkan opsi ini di akhir hari, saat Anda kembali ke pelabuhan; periksa informasi terbaru tentang jadwal dan harga dari operator tur. Area tempat Sungai Düden dan air terjunnya berada telah ditetapkan sebagai kawasan sensitif yang dilindungi sejak tahun 2020; jangan merusak vegetasi atau permukaan batu di taman, dan bawa pulang sampah Anda.
Waktu 45 menit sudah cukup di sini. Saat keluar, naik bus yang kembali ke pusat kota melalui jalan yang sama; jarak antara Taman Düden dan Taman Karaalioğlu adalah sekitar 8 kilometer, dan jalan tersebut melewati lingkungan di atas tebing melalui Jalan Lara sebelum turun ke pusat kota. Bagi mereka yang ingin berjalan kaki, ada taman di sepanjang pantai, tetapi jarak ini akan memakan waktu untuk sisa perjalanan Anda; lebih baik naik bus, yang membutuhkan waktu tidak lebih dari setengah jam, dan turun di halte yang dekat dengan pintu masuk timur Taman Karaalioğlu.
Sumber: Portal Kebudayaan; Kementerian Lingkungan

Taman Karaalioğlu.
Masuk ke taman dari sisi timur, tepat di ujung Jalan Atatürk. Perhatikan apa yang pertama kali Anda lihat: garis-garis lurus, taman-taman simetris, dan jalur pejalan kaki lebar yang dirancang untuk lalu lintas dua arah. Tata letak ini bukanlah kebetulan. Pembangunan taman dimulai pada tahun 1935, dan rencana yang ada hingga saat ini disusun antara tahun 1940 dan 1945 di bawah kepemimpinan Gubernur Haşim İşcan, dengan arsitek Necmettin Ateş. Artikel yang ditulis oleh Engin dan Erdoğan pada tahun 2020 menjelaskan bahwa desain taman ini terinspirasi oleh taman-taman Barok dan Renaisans, dengan penekanan pada pemahaman geometris. Pemerintah Kota mencatat bahwa nama awal taman ini adalah Taman İnönü. Terletak di atas tebing setinggi 35 hingga 40 meter dari permukaan laut, taman ini dianggap sebagai taman tertua di kota.
Inti dari rencana taman ini adalah tiga sumbu sejajar. Ketiganya membentang dari timur ke barat menuju laut, dan masing-masing berakhir di teras observasi di tepi tebing. Cara terbaik untuk menjelajahi taman ini adalah dengan berjalan menyusuri salah satu sumbu hingga ke laut, menghubungkan teras-teras di sepanjang pantai, lalu kembali melalui sumbu yang berbeda. Teras-teras ini disebut "mirador" (seperti yang disebutkan dalam artikel), dan dilengkapi dengan kolam air mancur, pergola, dan tangga, yang merupakan ciri khas taman-taman era Republik awal. Dari teras-teras ini, Anda dapat melihat Teluk Antalya, pantai Konyaaltı di sebelah barat, dan Pegunungan Beydağ di belakangnya. Pada hari yang cerah, Anda dapat menangkap pemandangan langka di mana gunung-gunung yang tertutup salju dan laut berada dalam satu bingkai.
Gunakan teras-teras untuk mencari patung-patung. Menurut daftar Pemerintah Kota, patung "Pekerja dan Anak" karya Mehmet Aksoy terletak di teras kedua, patung "Tangan" karya Kuzgun Acar terletak di teras ketiga, dan patung "Don Quixote" karya Cahvar Göktaş terletak di antara teras kedua dan ketiga. Di sebelah utara taman, Stadion Atatürk yang dibuka pada tahun 1965 telah digantikan oleh ruang terbuka yang direnovasi setelah pembongkarannya pada tahun 2016. Saat ini, gedung Pemerintah Kota dan teater kota juga berada di dalam batas taman. Artikel tersebut menyebutkan bahwa bangunan-bangunan dari era Republik, seperti rumah ulat sutra dan rumah pertanian, adalah elemen yang direkomendasikan untuk dilestarikan. Saat Anda melihatnya, ingatlah bahwa taman ini bukan hanya ruang hijau, tetapi juga dokumen perencanaan dari suatu era.
Cahaya terbaik untuk menikmati teras-teras adalah pada sore hari. Saat matahari bergerak ke barat, permukaan tebing menjadi lebih terang, dan pemandangan laut di sisi Konyaaltı menjadi lebih gelap. Sudut barat daya taman adalah tempat yang paling ramai saat matahari terbenam. Ada bangku dan area rumput yang cukup di bawah pohon untuk duduk dan bersantai. Taman ini juga memiliki kedai teh, tetapi jangan habiskan terlalu banyak waktu di sana jika Anda ingin menjelajahi seluruh taman. Jika Anda bepergian dengan anak-anak, ada area bermain di antara sumbu-sumbu.
Setelah sekitar satu jam, berjalanlah ke sudut barat daya taman. Jalan di tepi tebing akan membawa Anda langsung ke tujuan berikutnya: Menara Hıdırlık, yang terletak di sudut di mana tembok kota bertemu dengan laut. Karena

Menara Hıdırlık.
Saat menara itu terletak di sudut taman. Dari kejauhan, terlihatlah bentuknya: sebuah badan berbentuk silinder yang berdiri di atas dasar persegi. Tinggi totalnya mencapai 14 meter. Bentuk dua bagian ini merangkum seluruh sejarah menara tersebut. Pemerintah Kota mempromosikan menara ini sebagai sebuah makam monumental yang berasal dari abad ke-1 atau ke-2, dan menghubungkannya dengan keluarga Marcus Calpurnius Rufus, yang pernah menjabat sebagai konsul di Attaleia, berdasarkan ukiran dua belas rangkaian kapak yang menghiasi bagian atasnya. Namun, sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2022 menyatakan bahwa menara tersebut digunakan sebagai mercusuar dan menara pengawas untuk mengawasi kapal yang datang ke teluk, dan beberapa sumber menyebutnya sebagai makam pahlawan karena adanya sisa-sisa lukisan dinding di ruangan bawah tanah. Saat Anda mengelilingi dasar menara, perhatikan susunan batu yang disusun rapi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa badan silinder tersebut dibangun pada periode yang berbeda dari dasarnya. Pintu utama terletak di sisi timur. Menurut deskripsi pemerintah kota, setelah melewati pintu, terdapat koridor panjang yang mengarah ke ruang kecil berbentuk salib dengan ceruk-ceruk. Dinding ruangan di lantai bawah ini memiliki sisa-sisa lukisan dinding yang hampir hilang akibat kebocoran air selama berabad-abad. Tangga yang terletak di dalam lorong mengarah ke lantai atas, di mana terdapat area berjalan di sekitar dinding tebal. Akses ke ruang interior dapat berubah-ubah; tanyakan kepada petugas di pintu masuk. Jika ditutup, area di sekitarnya dan situs penggalian sudah cukup informatif. Pemerintah Provinsi Antalya mencatat bahwa sisa-sisa tembok kota masih dapat dilihat di kota ini, termasuk Menara Hıdırlık, Gerbang Hadrian, dan Menara Jam. Lokasi menara ini, di sudut di mana tembok darat bertemu dengan tembok laut, menjadi bukti sejarah tersebut. Sejarah menara ini terus berlanjut. Pada masa Bizantium, karena strukturnya yang kokoh, menara ini digunakan untuk pertahanan kota dan terhubung ke tembok. Menurut berita DHA pada Agustus 2026, pada masa Seljuk, menara ini digunakan sebagai istana, dan pada masa Ottoman, digunakan sebagai gudang militer. Nama "Hıdırlık" juga memiliki makna: tempat perayaan festival musim semi Hıdırellez, dan terdapat bukit-bukit dengan nama yang sama di banyak kota di Anatolia. Inovasi terbaru terletak di sekitar menara. Proyek penggalian dan teras observasi yang dikelola oleh Direktorat Museum Pemerintah Kota telah selesai, dan area tersebut dibuka untuk umum pada Juli 2026. Penggalian tersebut mengungkap makam monumental yang berasal dari abad ke-2 SM, yang diyakini dibangun untuk seorang gubernur wilayah, bangunan yang diyakini digunakan sebagai kapel pada periode awal Bizantium, dua pemandian, jalan bertingkat dari era Romawi yang diperkirakan membentang hingga Gerbang Hadrian, dan mosaik dengan ukiran berbentuk lumba-lumba. Temuan yang paling mengejutkan adalah fondasi ruang mesin dan gudang pabrik es yang dibangun di dekat menara pada tahun 1927; di situs penggalian yang sama, mosaik Romawi berdampingan dengan pabrik es dari era Republik. Reruntuhan tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat dilihat dari atas. Jangan keluar dari jalur yang ditandai dan jangan menginjak mosaik. Teras observasi yang dibangun di atas tebing adalah tempat baru yang populer untuk menikmati matahari terbenam. Empat puluh menit sudah cukup untuk menjelajahi menara, mempelajari area penggalian, dan bersantai di teras. Untuk turun ke pelabuhan dari sini, masuklah ke Jalan Hesapçı yang membentang ke utara dari depan menara; jalan ini menuju ke Gerbang Hadrian, tetapi setelah beberapa blok, beloklah ke kiri, ke arah barat, dan ikuti jalan-jalan berbatu yang menurun menuju pelabuhan. Perjalanan ini tidak akan memakan waktu lebih dari lima belas menit, tetapi berhati-hatilah karena permukaannya licin. Sumber: Pemerintah Kota Metropolitan Antalya; Yiğit 2022, Harmoni Ilmu Pengetahuan; DHA 28.08.2026; Kantor Gubernur Antalya.

Museum Mainan Antalya.
Ketika Anda turun dari jalan-jalan Kaleiçi dan tiba di pelabuhan, pertama-tama lihatlah pelabuhan itu sendiri. Pemerintah Kota Besar mencatat bahwa pelabuhan berbentuk setengah lingkaran alami ini didirikan pada periode Helenistik, dengan pintu masuk selebar 110 meter, dan dermaga yang ada saat ini kemungkinan besar dibangun di atas sisa-sisa tembok Helenistik. Dulu, ada menara di kedua sisi pintu masuk, dan rantai digantung di antara keduanya; pada tahun 1472, armada kepausan membawa rantai itu sebagai rampasan ke Roma. Menurut informasi dari Kantor Gubernur Antalya, sebelum kota kuno Attaleia didirikan, sudah ada pelabuhan bajak laut bernama Korykos di tempat ini. Museum Mainan ini terletak di bangunan pelabuhan kuno di tepi pelabuhan.
Museum ini dibuka pada 23 April 2011 oleh Pemerintah Kota Besar, dengan bimbingan Sunay Akın, pendiri Museum Mainan Istanbul. Ini adalah museum mainan ketiga di Turki. Bangunan seluas sekitar 650 meter persegi dibagi menjadi sepuluh bagian, dan mainan-mainan tersebut dipajang dalam etalase yang dikelompokkan berdasarkan periode dan tema. Sumber-sumber memberikan angka yang berbeda mengenai ukuran koleksi: Kantor Gubernur menyebutkan 1.500 benda, sedangkan Pemerintah Kota Besar menyebutkan 3.000 mainan; rentang tahun pembuatan juga bervariasi, dari pertengahan tahun 1800-an hingga tahun 1980-an. Saat Anda berkeliling, perhatikan bahwa mainan-mainan tersebut berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Turki; melihat bagaimana mainan yang sama dapat berbeda dari satu negara ke negara lain adalah bagian yang paling menarik dari koleksi ini.
Untuk berkeliling, sebaiknya mulai dari pintu masuk dan ikuti urutan nomor etalase, karena bagian-bagiannya secara kasar mengikuti urutan kronologis. Mainan pabrikan pertama dari Revolusi Industri dan rumah boneka adalah bagian tertua; mobil-mobil mainan dari kaleng, hewan-hewan mainan yang digerakkan dengan kunci, dan miniatur kereta api ada di bagian tengah. Bagian yang menampilkan mainan buatan Turki dan karakter-karakter yang familiar seperti Nasreddin Hoca, Keloğlan, dan Temel Reis adalah tempat di mana pengunjung dewasa dapat mengenang masa kecil mereka; Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu di sana. Karena kaca etalase memantulkan cahaya, matikan kilat kamera saat mengambil foto, dan ambil gambar dengan sudut sedikit miring tanpa menyentuh kaca.
Di gedung bengkel dua lantai yang terletak di sebelah museum, ada lokakarya melukis mainan kayu, membuat topeng, origami, tanah liat, dan drama untuk anak-anak berusia di atas tiga tahun; karena programnya berubah, periksa pengumuman dari pemerintah kota sebelum berkunjung. Terdapat juga teater dengan kapasitas 500 orang di lokasi tersebut. Pada tahun 2021, museum ini menerima penghargaan dalam kategori museum budaya hidup pada kompetisi museum yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kota-Kota Bersejarah. Museum ini tutup pada hari Senin; periksa jam buka dan ketentuan masuk terbaru di situs web Pemerintah Kota Besar.
Satu jam sudah cukup untuk mengunjungi museum dan pelabuhan. Setelah keluar, luangkan waktu sejenak di pelabuhan; jika Anda melihat air terjun dari atas di pagi hari, Anda dapat mempertimbangkan untuk melihatnya dari bawah dengan naik salah satu perahu yang berangkat dari pelabuhan. Untuk kembali, mendaki jalan yang curam dari pelab
