
Aspendos Teater – “Permainan Tak Terlihat di Tarawih”
Masuk untuk menyukai dan memberi nilai
Kebaikan lebih berharga ketika tidak diperhatikan.
Tentang Perjalanan
Pencerita:
“Di Teater Aspendos, sebuah permainan tak terlihat dimainkan tengah malam. Tujuan permainan ini adalah untuk mengingatkan orang-orang tentang kebaikan.”
Pencerita:
“Suatu malam, Arda yang kecil masuk diam-diam ke teater. Dia mendengar suara langkah pemain tak terlihat di panggung.”
Pemain Tak Terlihat (seolah berbicara kepada penonton):
“Apakah kamu sudah memperbaiki hati seseorang hari ini?”
Arda (berbicara pada dirinya sendiri):
“Sepertinya… tidak.”
Pencerita:
“Ketika permainan selesai, sebuah piring kurma kecil ditinggalkan di panggung. Arda tidak bisa memahaminya.”
Suara Pemain Bijak:
“Iftar lebih dari sekadar sebuah piring, anakku. Jika kamu memberi makan satu hati, hatimu juga akan terpuaskan.”
Pencerita:
“Sejak hari itu, Arda selalu berada di samping siapa pun yang terlihat sedih. Karena para pemain tak terlihat di Aspendos telah mengajarinya rahasia terindah Ramadan:
Iftar yang memuaskan hati adalah yang paling berkah.”
