
Lady Diana
Terperangkap dalam Cinta, Asing bagi Saraya.
"Anda mungkin salah berpikir, salah memahami, atau bahkan melakukan kesalahan. Tetapi Anda tidak akan pernah bisa salah dalam merasakan sesuatu..."
Di bawah sorotan perhatian seluruh dunia, hidupnya dijalani dengan sorakan kamera yang tak henti-hentinya... Bagi sebagian orang, itu adalah dongeng, sementara bagi yang lain, itu adalah berita utama yang berakhir dengan kesedihan. Namun, di balik kilauan mahkota, aturan protokol yang ketat, dan lorong-lorong istana yang dingin, siapakah Diana yang sebenarnya?
KGS Teater menghadirkan kisah Diana Spencer, salah satu ikon terbesar abad ke-20, ke atas panggung dengan kedalaman yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Dalam pertunjukan monolog yang menggugah ini, yang ditulis oleh penulis pemenang penghargaan Vural Bingöl, Anda akan menyaksikan perjalanan sulit dan penuh martabat seorang wanita yang "terlihat seperti dua orang, tetapi sebenarnya selalu berjalan sendirian."
Di panggung ini, kita tidak hanya melihat seorang putri;
- Sebuah bunga yang terluka, yang seharusnya mekar di musimnya, tetapi tidak dapat mekar di kebun orang yang terkena dampaknya.
- Di luar perhiasan dan gelar, ada sebuah jiwa yang hanya ingin dicintai.
- Anda akan menyaksikan seorang wanita yang berusaha mengatasi dinding istana yang ia sebut sebagai "penjaranya" sendiri, dengan penuh cinta.
Di bawah bayangan sebuah peti mati yang terbuat dari kayu pohon mawar, Diana menghadapi masa lalunya dan impian-impiannya, membawa penonton dalam perjalanan yang menggugah dari kegelapan sebuah terowongan menuju sudut-sudut paling terang dari jiwanya.
Apakah Anda siap untuk mendengarkan teriakan sunyi ini yang bergema di dinding istana, dan untuk mengenal sebuah ikon dalam wujudnya yang paling "manusiawi"?
- Penulis dan Sutradara: Vural Bingöl.
- Bermain: Kepada Ibu Gizem Uzunlar,
- Direktur Artistik: Arzu Bingöl.
- Ses Prodüksiyon: M. Volkan Göker.
- Desain Pencahayaan: Harun Özden.
- Desain Panggung dan Spanduk: Arzu Bingöl.
- Foto: Volkan Erkan.
- Produksi: Kumbara Teater Seni Visual.
70 menit (Satu Babak).
